Logo Background RSS

Web Feature

Nasehat Hari Ini
Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk ingin sesuatu, pahamilah bahwa Allah punya sejuta pengetahuan akan kebutuhanmu. Jalani hari ini dengan rasa syukur, nikmati setiap detik dengan istiqomah, dan akhiri kelelahan hari ini dengan senyum dan ikhlas..

  • MOS : Sudah bukan jamannya lagi ada perpeloncoan
    By mujiyem on July 13th, 2009 | No Comments Comments

    Memasuki tahun ajaran baru ada sebuah tradisi di setiap sekolah untuk menyambut kedatangan siswa baru (kelas I untuk  SD, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk SMA) yaitu Masa Orientasi Siswa atau MOS atau kalau di Universitas disebut Ospek. Biasanya acara ini diselenggarakan selama 3 hari di awal hari-hari pertama masuk siswa dengan tujuan untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah tempat dia akan belajar. Yang cukup memprihatinkan adalah seringkali pelaksanaan MOS lebih mengarah kepada ajang perpeloncoan dan balas dendam (karena tahun sebelumnya juga diperlakukan sama) daripada pengenalan kepada lingkungan belajar siswa itu sendiri. Walaupun kadang dibungkus dengan embel-embel tugas dan juga alasan klise “untuk melatih kreativitas mereka..” namun tetap saja nuansa perpeloncoan tetap terasa. Pemberian tugas-tugas yang sama sekali tidak ada manfaatnya, menyulitkan dan aneh, dan kadang mempermalukan diri sendiri adalah salah satu ciri dari perpeloncoan itu sendiri.

    Papalia, et. Al. (2004) menyatakan bahwa perpeloncoan  adalah perilaku agresif yang disengaja dan berulang untuk menyerang target atau korban, yang secara khusus adalah seseorang yang lemah, mudah diejek dan tidak bisa membela diri. Sedangkan bila kita mengkhususkan perpeloncoan yang terjadi di lingkungan sekolah (school bulyying) maka dapat diambil sebuah pengertian yang diberikan oleh Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005). Mereka mengartikan School bullying sebagai perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut.

    Ada 5 kategori perilaku perpeloncoan tersebut, yaitu :

    1. Kontak Fisik Langsung

    Perilaku yang termasuk dalam kategori ini adalah memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimiliki orang lain

    2. Kontak Verbal Langsung

    Perilaku yang termasuk dalam kategori ini adalah seperti mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name-calling), sarkasme, merendahkan (put-downs), mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.

    3. Perilaku non-verbal langsung

    Perilaku yang termasuk dalam kategori ini adalah seperti melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam; biasanya disertai oleh perpeloncoan fisik atau verbal.

    4. Perilaku non-verbal tidak langsung

    Perilaku yang termasuk dalam kategori ini adalah seperti mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.

    5. Pelecehan seksual

    Perilaku yang termasuk dalam kategori ini adalah perilaku-perilaku yang dapat dikategorikan sebagai perilaku agresi fisik dan bisa juga verbal.

    Perlu peran aktif dari siswa, orang tua, dan juga pihak sekolah untuk menanggulangi kegiatan yg tidak berguna seperti itu dan mengubah sistem yang ada agar MOS menjadi lebih baik.
    Saya salut dengan pihak Dinas Pendidikan yang tanggap dengan masalah ini dengan mengeluarkan peraturan yang ketat agar tidak ada perpeloncoan waktu MOS.

    Bagaimana MOS yang baik itu?
    MOS yang baik tentu saja adalah menyatukan paradigma tentang sekolah dan kehidupan tentang remaja.Selain menyambut kedatangan siswa baru dan memperkenalkan lingkungan sekolah, MOS juga merupakan sarana penanaman nilai-nilai kedisiplinan, akademik dan nilai-nilai sosial masyarakat. Karena itu, kegiatan MOS haruslah diisi kegiatan positif, bukan kekerasan. Di SMA N 1 Bantul sendiri pelaksanaan MOS diawasi langsung oleh guru. Sebisa mungkin kegiatan orientasi siswa ini benar-benar orientasi.
    Kegiatan yang dilakukan lebih banyak kepada pengenalan lingkungan sekolah, seminar-semina dan talkshow yang berkerja sama dengan pihak kepolisian dan juga dinas kesehatan. Kalaupun ada tugas yang diberikan kepada siswa, tugas tersebut merupakan cerminan tugas yang akan dihadapi siswa itu sendiri di proses belajar ke depan mengingat status SMA N 1 Bantul sebagai sekolah RSBI. Dengan demikian, suatu lingkungan yang menyenangkan dan kondusif untuk
    belajar akan semakin cepat dan mudah terbentuk. Selalu ingat dalam
    pikiran masing-masing, bahwa siswa baru adalah adik-adik kita yang
    membutuhkan bimbingan. Bukan suatu objek yang dapat kita perlakukan
    semau kita. Semoga tulisan ini bisa sebagai ajang sharing buat teman-teman pendidik dimanapun anda berada. Sekian dan Terimakasih :D

    sumber gambar :

    http://i274.photobucket.com/albums/jj277/terrence300992/MOS0809257.jpg

  • Team Olimpiade SMA Negeri 1 Bantul meloloskan 4 siswanya ke ajang OSN
    By mujiyem on July 9th, 2009 | No Comments Comments

    Team olimpiade SMA Negeri 1 Bantul berhasil meloloskan 4 siswanya ke ajang Olimpiade Sains Nasional 2009 di Jakarta masing-masing atas nama Sri Mulyani, Wulandari (Ekonomi), Bayu purwanugraha (Kimia) dan Bernadus Setyoaji (Matematika). Mereka akan berkompetisi dengan siswa seluruh Indonesia. Tahun 2008 lalu SMAN 1 Bantul meloloskan 6 siswa dengan memperoleh 1 perak untuk Kebumian atas nama Latifah Al-hakimi. Selamat atas prestasi kalian, Bunda akan mendukung sepenuhnya baik itu melalui bimbingan maupun doa. Semoga sukses buat kalin semua!!!

  • Antara Sekolah, Biaya, dan Kualitas Pendidikan
    By mujiyem on July 9th, 2009 | No Comments Comments

    Hiruk pikuk penerimaan siswa baru sudah berakhir. Ada senyum terpancar bagi  anak didik yang berhasil masuk di sekolah yang dia inginkan dan ada juga yang legowo menerima kenyataan saja. Rutinitas ini setiap tahun nyaris hampir sama. Namun rutinitas ini pula yang membuat orang tua murid harus memutar otak agar bisa memenuhi biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit. Bagi siswa baru pasti selalu ada yang namanya uang gedung, uang seragam, uang kegiatan dan lain lain. Apalagi bagi sekolah-sekolah yang favorit (atau cuma merasa favorit) dan kelas RSBI ke atas tentu saja mematok bayaran yang lebih tinggi daripada sekolah-sekolah lain yang -maaf- hanya kelas standar nasional kebawah. Bagi siswa yang akan naik kelas, masih ada biaya untuk daftar ulang untuk berbagai macam hal.

    Jika kita melihat sebuah falsafah yang acap kali digunakan sebagai pembenaran hal ini yaitu ” Jer Basuki Mawa Bea” memang hal tersebut tidak bisa disalahkan. Ada hal yang saling mendukung antara kualitas pendidikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Namun yang menjadi catatan adalah seringkali uang yang ada tidak dimanage dengan baik. Uang yang digunakan lebih pada peningkatan fasilitas namun tidak ditunjang dengan sumber daya manusia yang memadai. Pada awalnya penambahan-penambahan fasilitas yang ada mungkin akan terlihat bagus dan “wah” namun akan kurang berjalan efektif kedepannya. Tapi tetap ada hal yang cukup membuat miris di hati saya karena ini merupakan pendidikan. Adalah hal yang wajar di dunia perdagangan jika kita membeli barang dengan kualitas yang bagus maka harganya pula juga mahal. Tapi harusnya di dunia pendidikan tidaklah seperti itu. Dengan dana yang ada harusnya bisa dimaksimalkan untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Bagi sebagian orang di negeri ini, sekolah gratis masih menjadi utopia karena masih buruk dalam pengelolaan dana yang ada. Mungkin para pembaca sekalian pernah mendengar akan Kabupaten Jembrana di Bali yang sanggup menggratiskan biaya sekolah dari TK hingga SMA, padahal Kabupaten Jembrana bukanlah kabupaten yang terbilang kaya namun dengan sumber dana yang ada dan juga semangat untuk membuat pendidikan berkualitas untuk semua. Bagaimana dengan daerah anda?? kalau kita percaya, kita pasti bisa!!!!

    sumber gambar : http://geewi.com/blog/pikakhu/files/2009/02/student-loan1.jpg

  • Fenomena Populernya Bimbel
    By mujiyem on June 29th, 2009 | 2 Comments2 Comments Comments

    Sebelumnya saya memulai postingan ini saya mau mengucapkan kepada 192 siswa yang sudah diterima di SMA Negeri 1 BAntul setelah melalui tahapan seleksi yang panjang dan ketat. Semoga kalian bisa mengembangkan bakat kalian di sekolah ini dan dapat meraih apa yang kalian cita-citakan :D.

    Pada postingan kali ini saya ingin sedikit membahas mengenai salah satu fenomena di dunia pendidikan kita yaitu maraknya lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang menurut saya patut dicermati oleh kalangan pendidik.

    Menjelang kenaikan kelas(terutama untuk kelas akhir di SD, SMP, maupun SMA)  dan juga ujian masuk universitas, kita sering melihat gencarnya promosi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga bimbingan belajar atau bimbel. Semua menawarkan hal yang sama yaitu demi suksesnya belajar di sekolah dan juga sukses ujian baik itu ujian di sekolah hingga ujian masuk universitas. Bahkan ada yang menggaransi apabila gagal memenuhi target pencapaian uang akan kembali. Masing-masing lembaga bimbel memiliki cara atau konsep pembelajaran sendiri yang diklaim efektif untuk bisa mendapatkan nilai yang maksimal. Dan dari promosi yang begitu jor-joran kepada siswa, terbentuklah sebuah mindset bahwa salah satu kunci sukses ujian adalah ikut bimbel, sebodoh apapun kita kalau ikut bimbel kemudian sim salabim…. berubah jadi pinter. Bahkan walau lembaga bimbel mematok harga yang sangat mahal pun tetap saja banyak siswa yang ingin untuk ikut di bimbel tersebut dan rela membayar biaya yang dapat diaktakn tidak sedikit.

    (more…)

  • One step menuju sekolah berstandar Internasional
    By mujiyem on June 27th, 2009 | No Comments Comments

    mama-jiyemAda hal yang menarik di SMA Negeri 1 Bantul pada tahun ajaran 2009/2010. Di tahun ini SMA Negeri 1 Bantul untuk Penerimaan Siswa Baru menggunakan sistem yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya pada proses Penerimaan Siswa Baru di tahun-tahun sebelumnya, casis(calon siswa) cukup menggunakan NEM hasil UAN untuk bisa masuk ke SMA Negeri 1 Bantul. Pada tahun ini pihak sekolah mengadakan test masuk untuk bisa bersekolah di SMA Negeri 1 Bantul. Test meliputi kemampuan Umum, Bahasa Inggris, Tes Potensi Akademis, dan juga wawancara. Nilai UAN siswa berpengaruh hanya sekitar 25% dari nilai total. Ternyata respon dari casis sangat luar biasa, dari 192 kursi yang disediakan pendaftarnya ada lebih dari 500 orang baik dari dalam kota maupun luar kota.

    Kenapa ini saya sebut one step, karena memang SMA Negeri 1 Bantul sedang dalam proses menuju Sekolah Berbasis Internasional dan proses penerimaan siswa baru diatas adalah satu langkah awal untuk menuju kesana. Setelah kemarin sukses menyelenggarakan Sekolah Kategori Mandiri maka tahun ini Alhamdulillah status SMA Negeri 1 Bantul menjadi RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) hanya dalam waktu 2 tahun(padahal target awal dari Dinas Pendidikan adalah 5 tahun).

    Bukannya kami tidak mempercayai 100 persen nilai UAN casis, namun berdasarkan pengalaman yang ada dan juga dalm wujud kami membangun generasi bangsa yang berkualitas maka kami menyelenggarakan PSB dengan test. Dengan adanya test ini kami bisa mendapatkan siswa yang dapat menjadi andalan kami untuk membangun suatu sekolah yang baik dan juga bisa beradaptasi dengan konsep yang akan dijalankan di SMA Negeri Bantul nantinya. Jika dibilang merepotkan, ya memang sejujurnya ini merepotkan kami namun demi mendapatkan hasil yang lebih baik maka kami mau untuk  melaksanakan sistem seperti ini.

    Bagaimana dengan sekolah anda?? :D

  • Pengumuman Raport dan Masa Liburan
    By mujiyem on June 27th, 2009 | No Comments Comments

    header1 Diumumkan kepada seluruh siswa SMA Negeri 1 Bantul kelas X dan kelas XI, bahwa raport semester genap bisa diambil secara pribadi pada

    Hari : Sabtu, 27 Juni 2009

    Waktu : 15.00 WIB

    Tempat : SMA Negeri 1 Bantul

    Jangan lupa diambil ya(walau sore-sore kayak raport idola cilik :D), nikmati hasil jerih payah kalian selama di semester genap. Selamat bagi yang nilainya bagus, tingkatkan prestasi kalian karena hasil yang kalian raih akan menguntungkan bagi kalian sendiri. Bagi yang nilainya belum maksimal, jangan berkecil hati, coba evaluasi proses belajar kalian selama di semester genap ini dan perbaiki di semester depan. Bagi yang ternyata di raportnya masih ada nilai yang kosong berarti masih ada tugas ataupun nilai yang belum memenuhi, harap segera menghubungi guru yang bersangkutan secepatnya, jangan sampai liburan anda terganggu karena harus menyelesaikan tugas.

    Mengenai waktu liburan, masa liburan kalian dari tanggal 29 Juni - 11 Juli 2009 (lama kan.. :D), gunakan waktu liburan kalian sebaik-baiknya untuk refreshing tapi jangan terlalu berlebihan ya. Salam cinta dari Bunda :D

  • Pengumuman Remidial Mapel TIK kelas XI
    By mujiyem on June 20th, 2009 | 3 Comments3 Comments Comments

    DAFTAR SISWA KLAS XI YANG REMIDI DAN KURANG NILAI TUGAS
    NO NAMA KLAS KETERANGAN
    1 ARDHIANSYAH ROSADHI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    2 ARGUNADI YAZID XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    3 ARINDRA YULI NURROCHMA XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    4 ASTRI PAMELA DEWI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    5 BERNADUS SETYA AJI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS (1)
    6 DANU PURWANUGRAHA XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS (1)
    7 DEWI SULISTYA WATI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS(1)
    8 DIAN DWI PUTRANTO XI.A.1 REMIDI
    9 INDIARTO XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 2)
    10 LUKMAWAN ARIEF RIFAI’ XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    11 NURI ALFINO QURANI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    12 RAHAJENG ARUM MUKTI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    13 RATIH ANGGRAENI XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    14 RETNO WAHYUNINGSIH XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 2 )
    15 WAHYU PUJI PRATOMO XI.A.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    16 ANGGER PUTRO PITOYO XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    17 EKA APRILIAWAN XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    18 MUAMAROH HUSNANTIYA XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    19 NURDIYAH IKA HIDAYATI XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    20 SHAIFUL ISMAIL XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    21 WAKHID ASHARI XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    22 YUNI USWATUN KHASANAH XI.A.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    23 AZZAM HIZBUR RAHMAN XI.A.3 BELUM IKUT MIDSEM
    24 BAYU ARDIANSAH XI.A.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    25 ERNI LATIFAH XI.A.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    26 SULIS PRIYANTO XI.A.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    27 WAHYU NUGROHO XI.A.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    28 DARYANTI XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    29 JOHAN RESTU WIDHIATMOKO XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (2 )
    30 MAXY MAXELLA XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    31 NUR ANIFAH XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1 )
    32 RAKHMAD ARDIANSYAH XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1 )
    33 ROSITA FADMAWATI XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1 )
    34 SIAMSIH XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1)
    35 WIDIA FATONAH XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1)
    36 YEPI YANARI XI.S.1 KURANG NILAI TUGAS (1)
    37 YUSTIKA SINTA DEWI XI.S.1 REMIDI
    38 AZZA NURMALITA XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    39 ERNI LATIFAH WULANDARI XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    40 FARIDA NUR AINI XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    41 NUR RAHMAH TSALIS XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    42 RIZKA HUTAMI XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    43 RULI ARIFAH XI.S.2 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    44 SRI MULYANI XI.S.2 BELUM IKUT UAS
    45 ALVI DESTIANINGTYAS R. XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    46 AMRI FATHONI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    47 DHENI PURWANTI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    48 ENY RIYANTI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    49 GAYUH SAMPURNO XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    50 GILANG RAMADHAN ADHI N. XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    51 IWAN PURNAMA XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 2 )
    52 LINGGAR PRAWESTI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    53 MELINA SUSILOWATI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    54 NURIL FATAYATI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 2 )
    55 PRADANA SETIALANA XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    56 RISQA YUNITA XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    57 SAGITA FITRIANI XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )
    58 WINARSIH XI.S.3 KURANG NILAI TUGAS ( 1 )

  • Mengevaluasi penyelenggaraan Unas kita
    By mujiyem on June 11th, 2009 | 3 Comments3 Comments Comments

    Pertama-tama saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya dikarenakan baru bisa mengupdate blog ini sekarang dikarenakan banyak hal yang harus saya kerjakan mengingat minggu ini diadakan ujian semester genap, jadi harap maklum :) .

    Pada postingan kali ini saya ingin membahas suatu kasus yang cukup membuat saya terkaget-kaget (bukan cerita berhasil kaburnya manohara atau soal pemilu presiden lo..) yaitu mengenai kabar bahwa ada 19 SMA di berbagai wilayah di Indonesia dipastikan tidak lulus 100 persen, sungguh tragis lagi. Bahkan belakangan setelah investigasi lebih lanjut, angka tersebut bertambah hingga 33 SMA..!!!. Kejadian luar biasa yang sangat mencoreng citra pendidikan di Indonesia ini tidak hanya berhenti disitu, setelah diselidiki ternyata yang menyebabkan siswa ke 33 SMA tersebut tidak lulus dikarenakan adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh pihak sekolah yang membagikan kunci jawaban yang ternyata salah (Astaghfirullah..). Dari pihak penyelenggara UNAS yaitu Depdiknas tentunya segera bereaksi begitu melihat kejadian tersebut dan segera mengeluarkan surat keputusan untuk mengikuti ujian ulang. Belakangan keputusan tersebut ditolak keras oleh kalangan anggota DPR dan juga para dosen dikarenakan dalam undang-undang yang berlaku tidak ada aturannya untuk mengikuti ujian ulang apabila melakukan tindak kecurangan dan seharusnya oknum sekolah tersebut diberi sanksi yang tegas.

    Itulah sekelumit cerita miris dari sebuah negara bernama Indonesia. Kasus ini cukup menarik untuk disimak mengingat sebenarnya kalau dirunut lebih lanjut banyak sekali hal yang ternyata memiliki kaitan dengan masalah ini dan menurut saya cukup kompleks.

    Saya mencoba menjabarkan masalah ini supaya lebih mudah dipahami

    (more…)

  • Belajar dari Lintang , Si Jenius dari Laskar Pelangi
    By mujiyem on June 11th, 2009 | No Comments Comments

    Anda pasti tahu mengenai film Laskar Pelangi, film karya sutradara Riri Riza dan Mira Lesmana yang diadaptasi dari novel terkenal karangan Andrea Hirata. Nah dalam postingan edisi kali ini saya ingin sedikit membahas film yang sangat bagus ini ( mumpung masih segar dalam ingatan, soalnya baru dipinjemin VCD-nya kemarin hehehe) yaitu mengenai fenomena Lintang, anak jenius yang sayangnya terpaksa harus berhenti sekolah karena keadaan yang tidak memungkinkan.

    Nah dari fenomena Lintang tersebut ingin saya kupas sedikit mendalam dari sudut pandang saya terutama dalam hal learning skill, siapa tahu berguna bagi kita semua supaya bisa sejenius Lintang ( Jadi jangan cuma terkagum-kagum sama filmnya, ambil pelajaran yang ada dalam film tersebut )

    Salah satu kejadian yang menarik yang ditunjukkan Lintang dalam film Laskar Pelangi adalah saat ia mengikuti lomba cerdas cermat dan melakukan perhitungan matematika tanpa menggunakan bolpen dan kertas. Dia hanya memejamkan mata dan “blink!” tiba-tiba langsung menyebutkan jawabannya. Wow! Bagaimana Lintang melakukan hal tersebut?

    Pertanyaan berikutnya yang penting adalah: Apa bisa kita (yang sudah berumur ini) menirunya?

    Perkiraan awal saya, yang dilakukan Lintang saat memejamkan mata adalah berusaha untuk “menulis soal hitungan itu secara imajinatif” di kepalanya, seakan-akan ia menulis di atas kertas. Nah, berikutnya mudah saja, dengan soal yang ada di memorinya Lintang kemudian menjawab soal hitungan itu dengan baik. Bisa dikatakan bahwa Lintang memiliki kemampuan untuk mengingat soal dengan baik dan berfikir dengan cepat. Hal ini juga diperkuat dengan adegan dimana saat Lintang diminta untuk menjelaskan jawaban terakhirnya di papan tulis, ia menolak tawaran panitia yang akan membacakan ulang soal karena ia masih ingat katanya.

    (more…)

  • Tim cerdas cermat SMA N 1 Bantul meraih juara III di kompetisi cerdas cermat UII
    By mujiyem on June 1st, 2009 | No Comments Comments

    image21

    Alhamdulillah Tim cerdas cermat komputer SMA Negeri 1 Bantul berhasil meraih Juara III dalam babak final Kompetisi Cerdas Cermat yang diselenggarakan oleh fakultas informatika Universitas Islam Indonesia.

    Tim SMA Negeri 1 Bantul yang beranggotakan Muhammad Ghozy Ul-Haq, Faizal Afnan dan Pradana Setialana ini berhasil lolos ke grand final setelah dalam semifinal berhasil mengungguli SMA Negeri 1 Tuban, walaupun memiliki skor yang sama namun karena dalam mengerjakan lebih cepat maka diputuskan tim SMA Negeri 1 Bantul lah yang berhak untuk lolos ke grand final.

    Di babak grand final, tim SMA Negeri 1 Bantul hanya bisa mendapatkan skor 73, sehingga harus mengakui keunggulan SMA DU Jombang dan SMAN 1 Purwokerto. Walau bagaimanapun juga, Saya selaku guru pembimbing mereka (saat itu saya tidak bisa datang dikarenakan ada pertemuan MGMP di SMA Negeri 1 Sewon) merasa bersyukur dengan hasil yang telah diperoleh anak-anak bimbingan saya tersebut.

    Saya secara pribadi sangat salut terhadap pantia penyelenggara lomba, walaupun sempat terjadi beberapa halangan namun dengan sigap dapat menyelesaikan halangan tersebut dengan baik sehingga acara dapat berjalan lancar  seperti yang diharapkan. Saya juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lain yaitu SMA DU Jombang dan SMAN 1 Purwokerto.  Harapan saya acara yang sangat positif ini dapat berkelanjutan hingga tahun-tahun berikutnya.

    -sumber gambar : http://lustrum.informatics.uii.ac.id/cerdascermat