SMA N 1 Bantul – Senin 22 Januari 2017 dalam rangka Upacara Bendera di SMA N 1 Bantul sebagai Pembina Upacara adalah Bapak AKBP Vero Arya Radmantyo SIK.MH. KABAGBIN OPSNAL DITLANTAS POLDA D.I.Y dalam rangka Implementasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan di Sekolah dan SMA Se-D.I.Yogyakarta

Dalam kesempatan ini Beliau menyampaikan bebebrapa hal dalam kaitannya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Berlalu Lintas diJalan. 

Dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Sebagai Wujud tanggungjawab Penyenggara Negara. 

Adapun Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) 2011-2035 telah mempunyai sasaran dan target yang berskala nasional dalam menyelesaikan masalah keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Instruksi Presiden No.4 Tahun 2013 Tentang Program Dekade AKSI Keselamatan Jalan.

Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, memiliki situasi jalan yang menuju kesekolah pada jam jam tertentu mengalami kepadatan, Faktor tersebut dapat menimbulkan rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelkaan lalu lintas. Adapun data terkait tinggiya angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 di Yogyakarta tercatat ada 3793, dengan jumlah kejadian : 

  • Meninggal Dunia sebanyak 535
  • Luka Berat sebanyak 12
  • Luka Ringan sebanyak 4875
  • Kerugian Materiil sebanyak Rp. 2.221.788.000,-

Sedangkan pada tahun 2017 kemarin data kecelakaan di Yogyakarta tercatat 4164 Jumlah kejadian :

 

  • Meninggal Dunia sebanyak 498
  • Luka Berat sebanyak 24
  • Luka Ringan sebanyak 5124
  • Kerugian Materiil sebanyak Rp. 2.484.460.540,-

Adapun pelanggaran yang dominan untuk usia 16 sampai 30 tahun dengan sebagian besar pelaku adalah pelajar.

Mencermati dari data tersebut dapat kita maknai bahwa budaya disiplin masyarakat pengguna jalan yang masih perlu untuk ditingkatkan. 

Kebiasaan berkendara yang belum disertai dengan perilaku disiplin, dapat menimbulkan kecelakaan lalulintas yang berakibat fatal bagi diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan ini apabila tidak ditangani secara serius maka akan menjadi penyumbang terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas dan korban fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Beberapa kebiasaan perilaku berlalu lintas sebagaimana tersebut diatas hendaknya harus mampu kita rubah, karena pada dasarnya semua memerlukan kecakapan baik secara fisik maupun kejiwaan ketika di jalan raya. Dan perlu dipahami bahwa Jalan Raya Bukan Milik Kita Pribadi, Melainkan Milik Kita Bersama.

Kita semua tentunya ingin selamat dan tidak menjadi korban dari kecelakaan dijalan, akan tetapi itu harus kita upayakan dan membutuhkan kesungguhan dalam berprilaku sopan santun dijalan, taati peraturan dan UU Lalu Lintas No.22 Tahun 2009, isyarat dan rambu lalu lintas.

Kehadiran POLRI dijalan adalah melayani Masyarakat untuk meniadakan segala bentuk gangguan KAMSELTIBCARLANTAS.

Pergub No.54 Tahun 2011Tentang Pendidikan Etika Berlalu Lintas Diintegrasikan dalam Satuan Pendidikan adalah Program Pendidikan Keselamatan sebagai program berkesinambungan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengemudikan kendaraan dijalan dan pemahaman peraturan berlalu lintas dan skill mengemudikan kendaraan sehingga resiko melakukan pelanggaran mampu diminimalisir. 

Pemahaman keselamatan baerlalu lintas juga harus kita kenalkan kepada anak anak secara dini, sehingga kesadaran mereka akan aman selamat dan tertib lalu lintas menjadi mindset generasi muda. Untuk itu kita perlu untuk menjadi PELOPOR KESELAMATAN DALAM BERLALU LINTAS.

Adapun pelanggaran pelanggaran yang menjadi prioritas POLRI adalah :

  • Pengendara belum cukup umur
  • Pengendara roda dua dan pembonceng tidak mengenakan helm dan pengemudi kendaraan roda empat tidak menggunakan sabuk keselamatan.
  • Pelanggaran melawan arus
  • Berkendara sambil menggunakan Hp
  • Melanggar APILl, Marka dan Rambu-rambu
  • Kendaraan tidak laik jalan
  • Kecepatan dalam berkendara
  • Berkendara sambil mabuk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *